Sinopsis Novel: Cinta pada Pendengaran Pertama

Cinta pada pandangan pertama? Ah..., itu BIASA! Tapi, kalau cinta pada pendengaran pertama, bisa gitu? Emang gimana sih? Nah..., novel ini akan menjawabnya.
Judul : Cinta Pada Pendengaran Pertama
Penulis   : Yesi Moci
Penerbit : Leutikaprio (Mei, 2011)
Prolog: Indah Ratnaningsih (Penulis buku, mantan senior editor Sygma dan mantan wartawan tabloid MQ)
Tebal      : xiv + 151
ISBN     : 978-602-9079-60-9
 *******************************

Bukan berawal dari pandangan pertama cinta itu bersemi, tetapi dari pendengaran pertama. Bukan karena buta tak mampu memandang, tetapi karena ketajaman mata telinga. Suara itu merdu merayu menyusup kalbu meski pemiliknya tidak pernah berniat merayu. Suara hati yang lahir dari ketulusan ternyata mampu menembus hati lain untuk menyatu.

Cinta memang unik, seunik perjalanan hidup manusia. Bersatunya dua hati bisa berawal dari mana pun, kapan pun, dengan siapa pun, dalam suasana seperti apa pun, dan melalui media apa pun.

Berawal dari Sebuah Radio

Awalnya Uni menemukan Radio Suara Hikmah FM secara tidak sengaja. Ditengah kesedihannya karena permasalahan yang membelit hidupnya, ia menyalakan radio berusaha menghibur hati. Saat itu penyiar membuka line telepon untuk pendengar yang ingin berbagi secara langsung. Uni memberanikan diri nimbrung berinteraksi dalam “program curhat on air”. Tak dinyana, karena “curhatnya” itu, Dian seorang pendengar dari Jakarta hadir memberikan warna baru dalam kehidupannya.

Berkirim salam, sms atau menelpon radio saling menanggapi interaksi masing-masing jadi rutinitas baru bagi Uni dan Dian. Semakin Uni mengenal Dian ditambah dengan perlakuan Dian yang dirasakannya istimewa, membuat benih asmara tumbuh subur di hatinya. Namun Uni juga dilanda harap-harap cemas seandainya Dian tahu Uni mempunyai mata yang juling dan ayan yang dideritanya, apakah Dian akan tetap menerimanya?

Tidak hanya soal gejolak rasa melulu yang kita temukan di sini. Hangatnya ukhuwah islamiyah dari sahabat-sahabat barunya yang dikenal Uni lewat Radio Suara HiIkmah FM. Pergolakan hati Uni saat kehadiran wanita lain dalam kehidupan ayahnya, sikap Ulfah sang adik yang sempat membuat Uni galau dan perjuangan Uni mendapatkan hidayah menjadi seorang muslimah sejati bakal kita temukan di sini.

Akankah hubungan Uni dan Dian berakhir indah seperti yang Uni harapkan? Dan ketika Uni sadar cinta hadir belum saatnya, apakah yang Uni lakukan? Lalu, bagaimanakah perjuangan Uni mengikhtiarkan kesembuhan penyakit yang dideritanya dan pergumulan Uni mengatasi letupan-letupan dalam keluarganya?

Penasaran bagaimana cerita selengkapnya? Miliki novelnya segera!

Ps: novel bisa dipesan di YM Online Store via SMS ke 0899 7533 050.
Harga Rp. 37.500+ongkir (jawa 10rb, luar jawa 15rb)
Untuk pembelian minimal 3eksemplar, gratis ongkir.

Endorsement:
Novel ini sungguh berlumuran pesan-pesan moral, sarat dengan nilai kemanusiaan dan cinta keilahian. Pesan-pesan religi yang disampaikan dalam novel ini tidak bersipat menggurui dan apik dalam pengemasannya. Novel ini, secara tidak menggurui, membimbing kita apa dampaknya kalau kita berpikiran positif, apa akibatnya kalau kita berbohong, apa hasilnya kalau kita over dalam mengejar nafsu duniawi. Novel ini tidak hanya memberikan hiburan namun juga memberikan inspirasi dan motivasi yang oke (Ismantoro Dwi Yuwono, penulis buku The Story of Gayus)

Saya sempat menduga bahwa ini adalah cerita cinta seorang gadis buta yang hanya bisa mendengar suara-suara disekitarnya,  ternyata bukan!  Sungguh benar-benar novel yang bagus dan membuat penasaran, dengan memuat berbagai pesan moral yang baik untuk kaum muda seperti saya ini.  (Mila Maya Grace Kova) 

Yesi Moci memberikan banyak pesan, nasihat, atau amanah di dalam novel ini. Pembaca tidak hanya mendapatkan kisah yang indah, namun ada sentuhan moral value-nya. Selain pesan-pesan di dalamnya, pembaca juga disajikan pengetahuan baru, tentang bagaimana mengatasi hal-hal yang mungkin jarang kita temui seperti bagaimana pertolongan pertama pada penderita ayan/epilepsi. (Vindy Putri, penulis buku Nek Klewek dan Barbore Si Cabe Rawit)

Salah satu hikmah yang bisa diambil dari novel Cinta Pada Pendengaran Pertama , mengisaratkan agar kita tidak boleh berburuk sangka terhadap apapun sebelum menelitinya terlebih dahulu, seperti pemikiran-pemikiran Uni--tokoh utama dalam novel ini--yang terkadang mengedepankan prasangka. (Acep Setiawan, Pembaca dari Cianjur)

Novel yang sangat luar biasa bagus. Ceritanya inspiratif dan banyak memberikan pengetahuan bagi pembacanya. Bacaan yang bermanfaat, layak untuk dijadikan sebuah film layar lebar. (Ato Ruswan, Pembaca dari Sukabumi)

Novel “Cinta pada Pendengaran Pertama”, sajiannya “membentangkan” perjuangan yang sungguh menyayat rasa, bermuatan keperihan. Keperihan dalam perjuangan kehidupan (dan) cinta. Novel ini seolah-olah membentang realitas kehidupan yang tentu juga dialami manusia mana pun, dalam balutan “perjuangan” mewujudkan impian. Impian indah tentang kehidupan (cinta). Tidak pelak lagi, sajiannya memanah relung harapan: “…yang sangat aku inginkan adalah kedamaian dirumah, keakraban keluarga…yang aku dapat malah sebaliknya, ayahku kini jadi ‘arogan’…”. Selamat membaca novel yang disajikan oleh Yesi Moci penulis yang penuh semangat (Ersis Warmansyah Abbas, Motivator Kepenulisan, Dosen dan Pengusaha)

Sebuah novel yang penuh inspirasi dan motivasi bagi kalangan remaja muslim serta persahabatan antar etnis dan agama. Dalam novel ini penulis menegaskan kembali wajibnya hijab bagi muslimah, namun tidak menafikan bagi mereka yang belum siap melaksanakan hijab dikarenakan kondisi psykologis mereka yang belum mampu melaksanakan hukum hijab secara penuh. Disisi lain penulis juga memaparkan permasalahan yang menimpa sebagian besar TKI, walau tidak secara spesifik namun mampu membawa pembaca akan kondisi sebenarnya TKI kita dan pemecahannya. Secara keseluruhan novel ini tidak saja mengumbar kisah cinta semata, namun menguraikan secara rinci masalah sosial masyarakat kita saat ini, baik secara agama, sosial budaya dan politik. (M.Sahlan, anggota Lembaga Kajian Budaya Kalbar, anggota Borneo Blogger Community Kota Pontianak: Blogging For Indonesia)

Dari novel ini saya mendapatkan informasi tentang bagaimana agar bisa menjadi TKI yang punya harga diri dan tidak sampai dilecehkan majikan. Jadi saya bisa ngasih info ke tetangga yang mau jadi TKI. (Heny Hartati, pembaca dari Mataram)

Kisah cintanya kak Uni pada novel "Cinta pada Pendengaran Pertama" mirip denganku. Wah wah belum ada lho orang yang sehati sama pikiranku, keadaan galauku, beserta alasan-alasannya, terkecuali Kak Yesi ^^v acungan jempol untukmu! :D (Nadia Almira Sagita, pelajar SMU)

1 comments:

The you have is very useful. The sites you have referred was good. Thanks for sharing... poker online